Selasa, 15 Maret 2016

Rindu Kang ??

"Kangen"


Pernahkah kau keraskan hati untuk mengatakan "tidak" padahal "iya". Seperti rasa rindu yang datang samar-samar ...dalam sunyi namun ia menguat bersama kenangan yang memang lekat. Saat kau berjauhan dari lingkungan asalmu, maka rindu itu datang bersama apa-apa yang dulu tampak sepele. 

"Masakan ibumu, boncengan motor ayahmu, baju adikmu yang kau pinjam, traktiran jajan adikmu,  sebungkus nasi uduk, sate padang apotik, secangkir kopi di pantry kantor, sepotong dunkin ultah teman, seporsi junkfood di McD Pengkolan Kemang, teman bergelayut di kopaja atau busway,...sudah... dan aku tak sanggup lagi mengingatnya. Karena pasti membuat tawa dan tangis datang bersamaan.

Dan rindu itu kembali datang, apalagi, saat kakakku punya kesempatan menyebrangi lautan, melihat kampungnya dan mencium takzim kedua orangtuanya yang adalah orang tuaku juga. 

Apa daya, rindu hanyalah rasa yang harus terendap...jangan biarkan ia menyiksamu...Hibur dengan keriangan wajah anak-anakmu. Dua jagoan dengan kelucuan yang selalu meningkahi hariku. Untuk mereka aku ada. 

Dan kusimpan rindu untuk janji ada di sana dalam, mungkin satu, dua atau tiga tahun lagi, Insya Alloh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar