Kamis, 17 Maret 2016

Akumulasi Ketakutan


Zona nyaman itu tidak untuk selamanya.

Dalam sebuah acara bertajuk "Ultimate-U" di sebuah TV swasta, disebutkan bahwa telah terjadi gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Mulanya bencana PHK ini menimpa korporasi berbasis penambangan minyak. Hal ini disebabkan turunnya harga minyak dunia, yang membuat keseimbangan keuangan perusahaan menjadi goyang.  Akibatnya pengurangan karyawan menjadi solusi pahit yang harus diambil oleh perusahaan.

Pemecatan karyawan itu melanda hampir semua belahan dunia, termasuk Indonesia. kabarnya, Chevron Indonesia mengambil kebijakan serupa dengan merumahkan karyawannya. Sektor perbankan juga terimbas, dengan indikasi CIMB Niaga yang menawarkan program pensiun dini kepada karyawannya.

Tentu saja bagi karyawan di dua perusahaan tadi, kabar ini sangat menohok. Bayangkan bila sebelumnya mereka memiliki karir dan penghasilan yang bagus. Maka dengan beredarnya isu PHK tentu membuat mereka dalam kebingungan.

Perasaan kebingungan juga dialami oleh masyarakat yang mendiami lokasi berizin "Hak Guna" bukan "Hak Milik". Sehingga meski harus bersiap kapan pun harus angkat kaki, baik sukarela atau diawasi Satpol PP tetap saja berita penggusuran ibarat petir di siang bolong yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Mau kemana kalau harus terusir ? Bagaimana dengan mata pencaharian di tempat yang baru ? Adalah sedikit pertanyaan yang terpikir dan terlontar dari warga eks lokasi penggusuran.

Ikhtiar dan Bermohon


Kita harus berpikir "our job is not our career". Kalau kerja adalah tugas yang boleh jadi karena sistem kita menjadi bisa (karena ada training, mentoring). Tapi kalau karir mungkin bisa menciptakan pekerjaan yang awalnya dari talenta, kegemaran (hobby), atau minat (passion). Itu yang menjadi kesempatan kita, pekerjaan baru yang lebih bisa diaplikasikan, atau ruang sosial yang dulu hampir tak tersentuh karena kesibukan kerja.

Jadi kalau kita, mungkin adalah korban PHK, pemutusan kontrak kerja, korban gusuran, atau siapapun yang tengah terpuruk. "Ayo Bangkit". Alloh telah memilih kita untuk masuk dalam ujian khusus, dalam menajamkan skill "survive" dan "create" dan pasti kita bisa melewatinya.

Mungkin kita bisa memulai dari hobby kita yang bisa jadi usaha kecil-kecilan. Banyak hasil industri rumahan (home industri) yang bisa bertahan dan membesar. Mengapa tidak, tho ?


1 komentar:

  1. Kalau sudah banyak produk-produknya yang go industri, boleh posting sini yak, sukses banget! :)

    BalasHapus