Salimah PW Sulawesi
Utara mengawali rangkaian kegiatannya di tahun 2016 dengan menyelenggarakan
Gema (Gerakan membaca Al Qur’an) Salimah. Pelaksanaannya bertempat dimana
Rakorwil kemarin berlangsung yakni di Balai Diklat Keagamaan, Paniki, Manado.
Acara ini menggandeng Dompet Dhuafa (DD) yang mendatangkan trainer dari Komunitas Cinta Qur’an Jakarta.
Puluhan muslimah dari
berbagai Majelis Taklim di Sulawesi Utara meramaikan acara ini. Mereka datang dari
Sangihe, Minahasa Selatan, Paniki, Mapanget, Sindulang,Dendengan Dalam,
Maasing, Sarongsong. Gema Salimah dibuka oleh ketua BKMT (Badan Koordinasi
Majelis Taklim) Propinsi Sulawesi Utara, Dra. Ha. Zubaedah Albugis. Dalam
kesempatan itu tokoh majlis taklim senior ini menyambut gembira kegiatan yang
diselenggarakan oleh Salimah PW Sulawesi Utara.
“Inilah salah satu
amalan yang dianjurkan dalam Islam, yakni membaca Al Qur’an,” ujarnya. Ia juga
menyatakan bahwa hari itu terasa teduh karena lantunan ayat suci Al Qur’an dan
tampilan solehah ibu-ibu yang hadir. Termasuk nuansa ungu yang menjadi ciri khas
Salimah. “Ungu itu warna yang spesial karena adalah warna anggrek yang
merupakan bunga yang cantik, mahal dan disukai oleh semua orang. Dan yang hadir
pada hari ini seumpama anggrek-anggrek yang bermekaran,” paparnya yang disambut
senyuman oleh hadirin.
Melengkapi pembukaan
acara tampil dua ananda yang menunjukkan kebolehannya dalam menghapal Al Qur’an
dengan bacaan yang baik, syahdu dan merdu. Spontan banyak para hadirin yang
terpukau dan tersentuh hingga menitikan air mata.
Metode
Baca Qur’an yang Unik
Pelaksanaan Gema
berlangsung baik karena peserta bersemangat mengikuti materi yang disampaikan
oleh ustadz Asep Sumantri. Metode yang digunakan adalah Metode Tahrir
yangdiklaim sebagai cara yang super cepat & super mudah dalam membaca Al
Qur’an. Dalam kesempatan tersebut ustadz Asep mengingatkan kembali cara melafalkan
huruf Al Qur’an atau yang lebih dikenal dengan pelajaran Makhrojul Huruf.
Metode yang digunakan terbilang unik karena menggunakan bahasa yang ringan dan
menarik dengan merangkai cerita dari kumpulan huruf hijaiyah. Serta
menyampaikan kaidah dasar dalam membaca Al Qur’an seperti pemberian tanda baca,
tanwin, sukun, tasdid, harkat.
Dan yang membuat
antusias perseta tidak menurun karena di antara sesi materi disisipkan video motivasi
hafidz Qur’an baik dari kalangan anak-anak dan penyandang difable mata (tuna
netra). Penyampaian ini dimaksudkan memotivasi peserta agar bersemangat untuk menyukai
belajar Al Qur’an dari membaca dengan kaidahnya hingga berkinginan untuk
menghapal. Banyak dari peserta yang meneteskan airmata karena haru dan malu
oleh pencapaian luar biasa dari anak-anak dan tuna netra yang ditampilkan pada
video materi.
Kemeriahan acara
terjaga dari sisipan relaksasi yang disampaikan oleh ustadz Zaenal, mitra dari
ustadz Asep yang akrab disapa Kang Zae. Celotehannya mampu menerbitkan gelak
tawa di kalangan peserta. Dan tak lupa kenang-kenangan dari Salimah berupa
doorprize yang menarik.
Allahuakbar.. persaudaraan muslimah Pw Sulut muantaap.. salut.. lanjutkan terus perjuangan...
BalasHapusSalimah.. jalan panjang dan berliku.. tak menjadikan gentar dan ragu karna Allah menyertai slalu..
Allahuakbar.. persaudaraan muslimah Pw Sulut muantaap.. salut.. lanjutkan terus perjuangan...
BalasHapusSalimah.. jalan panjang dan berliku.. tak menjadikan gentar dan ragu karna Allah menyertai slalu..
Salimah Jaya Selalu. Allahu Akbar
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimakasih utk ucapan selamat dan smangat buat salimah kita, teman-teman
BalasHapus