Minggu, 28 Januari 2018

Salimah Gali Potensi Daiyah Kawanua



Pengurus Wilayah Salimah Sulawesi Utara menyelenggarakan Dauroh Mubalighoh (DM) pada Sabtu dan Ahad, 27 hingga 28 Januari yang lalu. Acara ini bertujuan menambah semangat dan kompetensi, tips dan trik  dakwah bagi peserta DM. Khususnya pengurus Salimah baik di Jajaran Wilayah, Daerah hingga Cabang. Bertempat di Aula Balai Diklat Keagamaan Paniki, Manado acara ini diikuti sekitar 70 orang.

Ketua PW Sulawesi Utara, Sulastri Masloman, S.Pd mengharap para  peserta menyimak materi yang disampaikan nara sumber. “DM menjadi kesempatan emas menimba ilmu, skill dan pengalaman dari nara sumber yang handal. Telah hadir di sini ustazah Sinta Santi Usmandin, Lc,” ungkapnya seraya mengenalkan pemateri.

Sesi pertama berlangsung bada Zhuhur. Usai makan siang dari panitia, beberapa peserta mulai dilanda kantuk. Beruntung ustazah Sinta memberi games yang menyegarkan mata peserta. Selesai relaksasi, peserta mulai menyimak serius uraian panjang dari ustazah Sinta.
Bunda enam putra yang mengecap pendidikan di Mesir ini membagi kisah suka duka dalam melakukan dakwah di tengah-tengah kemajemukan masyarakat. “Saat ini tantangan dakwah lebih berat. Misalnya kasus yang kekinian, ada LGBT, Bank ASI, di bidang kecantikan ada tren tato non permanen yang diperhalus dengan sulam alis dan bibir, Rahim sewaan, Terapi Urine pada penderita diabetes. Yang semuanya itu membutuhkan pendekatan Islam. Dalil memutuskan perkara dalam Islam tegas, lihat literaturnya pada Qur’an, Hadits, Ijma (kesepakatan ulama) dan Qiyas (perbandingan),” paparnya.

Ia menghimbau kepada para peserta untuk mau belajar, menambah kemampuan pemahaman, serta cara berkomunikasi dengan masyarakat. Karena interaksi daiyah adalah kepada masyarakat. Ia merinci beberapa hal yang menjadi bekal daiyah, yakni ; pemahaman yang mendalam, kekuatan iman, dam komunikasi dengan Allah.

“Jangan malu kalau ada masalah yang kita belum tahu jawabannya. Tetapi jawaban juga harus dikelola dengan baik. Misalnya, Insya Allah saya cari referensi dulu, pekan depan kita ketemu lagi,” jelasnya memberi contoh.

Antusiasme Peserta
Rampung dengan penjelasan, beberapa peserta tampak mengacungkan tangan untuk bertanya. Mereka menanyakan materi yang tepat saat menghadapi kelompok kajian dengan usia mendekati sepuh. Ada juga yang bertanya bagaimana cara mengelola kelompok pengajian dengan anggota yang bervariasi statusnya.

Ustazah Sinta memberikan tips untuk menggunakan peluang yang sudah ada.”Alhamdulilah, kalau sudah dipercaya untuk kasih materi. Mulai saja dengan hal yang sederhana, keseharian. Dan untuk menghadapi kelompok masyrakat yang berbeda statusnya, jangan sungkan, berbaur saja. Insya Alloh satu sama lain dapat menerima,” jawabnya.


Sesi terakhir diisi dengan demonstrasi kemampuan peserta untuk tampil di depan umum. Ulasannya seputar pemilihan materi, teknis berbicara, efisiensi waktu, mengatasi demam panggung (nervous) dan mendapatkan percaya diri.

Para peserta masih belum terpuaskan, namun materi sudah selesai seiring waktu yang sudah menunjukkan pukul 22.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar