Pengurus Wilayah
Salimah Sulawesi Utara menyelenggarakan Dauroh Mubalighoh (DM) pada Sabtu dan
Ahad, 27 hingga 28 Januari yang lalu. Acara ini bertujuan menambah semangat dan
kompetensi, tips dan trik dakwah bagi peserta
DM. Khususnya pengurus Salimah baik di Jajaran Wilayah, Daerah hingga Cabang.
Bertempat di Aula Balai Diklat Keagamaan Paniki, Manado acara ini diikuti
sekitar 70 orang.
Ketua PW Sulawesi
Utara, Sulastri Masloman, S.Pd mengharap para peserta menyimak materi yang disampaikan nara
sumber. “DM menjadi kesempatan emas menimba ilmu, skill dan pengalaman dari
nara sumber yang handal. Telah hadir di sini ustazah Sinta Santi Usmandin, Lc,”
ungkapnya seraya mengenalkan pemateri.
Sesi pertama
berlangsung bada Zhuhur. Usai makan siang dari panitia, beberapa peserta mulai
dilanda kantuk. Beruntung ustazah Sinta memberi games yang menyegarkan mata
peserta. Selesai relaksasi, peserta mulai menyimak serius uraian panjang dari
ustazah Sinta.
Bunda enam putra yang
mengecap pendidikan di Mesir ini membagi kisah suka duka dalam melakukan dakwah
di tengah-tengah kemajemukan masyarakat. “Saat ini tantangan dakwah lebih
berat. Misalnya kasus yang kekinian, ada LGBT, Bank ASI, di bidang kecantikan
ada tren tato non permanen yang diperhalus dengan sulam alis dan bibir, Rahim
sewaan, Terapi Urine pada penderita diabetes. Yang semuanya itu membutuhkan
pendekatan Islam. Dalil memutuskan perkara dalam Islam tegas, lihat
literaturnya pada Qur’an, Hadits, Ijma (kesepakatan ulama) dan Qiyas
(perbandingan),” paparnya.
Ia menghimbau kepada
para peserta untuk mau belajar, menambah kemampuan pemahaman, serta cara
berkomunikasi dengan masyarakat. Karena interaksi daiyah adalah kepada
masyarakat. Ia merinci beberapa hal yang menjadi bekal daiyah, yakni ; pemahaman
yang mendalam, kekuatan iman, dam komunikasi dengan Allah.
“Jangan malu kalau ada
masalah yang kita belum tahu jawabannya. Tetapi jawaban juga harus dikelola
dengan baik. Misalnya, Insya Allah saya cari referensi dulu, pekan depan kita
ketemu lagi,” jelasnya memberi contoh.
Antusiasme
Peserta
Rampung dengan
penjelasan, beberapa peserta tampak mengacungkan tangan untuk bertanya. Mereka
menanyakan materi yang tepat saat menghadapi kelompok kajian dengan usia
mendekati sepuh. Ada juga yang bertanya bagaimana cara mengelola kelompok
pengajian dengan anggota yang bervariasi statusnya.
Ustazah Sinta
memberikan tips untuk menggunakan peluang yang sudah ada.”Alhamdulilah, kalau
sudah dipercaya untuk kasih materi. Mulai saja dengan hal yang sederhana,
keseharian. Dan untuk menghadapi kelompok masyrakat yang berbeda statusnya,
jangan sungkan, berbaur saja. Insya Alloh satu sama lain dapat menerima,” jawabnya.
Sesi terakhir diisi
dengan demonstrasi kemampuan peserta untuk tampil di depan umum. Ulasannya
seputar pemilihan materi, teknis berbicara, efisiensi waktu, mengatasi demam
panggung (nervous) dan mendapatkan percaya diri.
Para peserta masih
belum terpuaskan, namun materi sudah selesai seiring waktu yang sudah
menunjukkan pukul 22.00.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar