Pengurus
Wilayah (PW) Sulawesi Utara bersama Askar Kauny menggelar Pelatihan Menghapal
Qur’an. Training yang berlangsung
satu hari diikuti dengan antusias oleh puluhan ibu dan anak-anak. Mereka
memadati aula Manado Bersehati Hotel (MBH) Manado pada Sabtu 31 Maret silam.
Pelatihan
yang mengusung tema “Menghapal Al Qur’an Semudah Tersenyum” ini dibuka oleh
Kepala Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sulut, Dra. Ramla Abbas,
M.PdI. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas Salimah. “Di saat ibu-ibu
yang diharap menjadi madrasah buat anaknya telah mengalami pengikisan karena medsos. Maka, pelatihan ini menjadi
harapan agar anak-anak kita terjaga keimanannya,” paparnya.
Dalam
acara pembukaan, hadir pula beberapa tokoh masyarakat dari perwakilan MUI,
Muhammadiyah, Yakesma dan perwakilan sponsor. “Pelatihan ini, makin meyakinkan
kita semua bahwa menghapal Al Qur’an bukanlah sesuatu yang sulit, dan dapat
dilakukan oleh semua orang,” ucap ketua panitia Rusmala Panurat dalam
sambutannya.
Harapan
yang sama diutarakan oleh ketua PW Salimah Sulut, Sulastri Masloman, S.Pd.”Pelatihan
menghapal Qur’an menjadi salah satu program unggulan Salimah yang mudah-mudahan
dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat muslim Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Sekitar 200 peserta tampak antusias, saat ustadz Habiburohim, Lc memberi tantangan untuk
menghapal sejumlah kata dalam waktu singkat. Usai memberi tipsnya, ustadz
jebolan Al Azhar ini meminta beberapa orang untuk mendemonstrasikan cara yang
diberikannya. “Jadi dalam menghapal kata-kata, harus dibayangkan dan merangkai
cerita,” selanya.
Pada
sesi lanjutan, peserta lebih bersemangat menirukan gerakan tangan ustadz
mendeskripsikan penggalan surat Ar Rahman. Terlebih saat beberapa peserta
sukses menghapal ayat demi ayat dalam tempo singkat. Kebahagiaannya makin
memuncak ketika ketua panitia menghadiahinya dengan door prize. “Khusus dalam menghapal Qur’an, caranya adalah dengan
meyakinkan diri mampu. Kemudian tekniknya dengan suara lantang dan menggunakan
gerakan atau isyarat tangan,” jelasnya.
Di
sela-sela sesi, ustadz memperlihatkan sejumlah video pelatihan yang dilakukan
Askar Kauny di sejumlah daerah. Penayangan video ini makin menyuntikan semangat
kepada peserta.
Bada
Ashar, acara ditutup dengan penggalangan dana untuk Ghouta Timur bersama ACT.








