Kota Bitung dilanda banjir setelah
guyuran hujan berlangsung beberapa hari yang menyebabkan jebolnya tanggul.
Tercatat ada empat lokasi terparah dilanda banjir, yakni, Winenet, Pateten,
Tandurusa dan pulau Lembe. Banjir terparah dirasakan warga pada hari Ahad, 12
Februari lalu. Musibah ini kemudian direspon cepat oleh PKS, Salimah, Rumah Zakat
dan beberapa ormas lokal di Bitung dengan mendirikan Posko dan Dapur Umum. Hal
yang sama juga dilakukan oleh pemerintahan setempat yang mendirikan Posko
bantuan di dalam area kantor walikota Bitung. Tampak petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kota
Bitung dan petugas Damkar.
Di sepanjang jalan
memasuki kota Bitung terlihat beberapa pemuda membawa dus untuk mengumpulkan
sumbangan dari pelintas jalan. Parahnya banjir ternyata menggugah kepedulian
mereka dan berinisiatif mengumpulkan bantuan. Tim Salimah kemudian tiba di
posko dan disambut hangat oleh ummahat, akhwat dan ikhwah yang tampak
menyiapkan makan siang. Mereka tengah memasak, menyiapkan masakan, dan
mengemasi makanan. Di muka posko banyak dijumpai dus air mineral, mie instan,
dus berisi pakaian, keperluan bayi dan perempuan, obat-obatan. Bantuan terus
berdatangan ke Posko baik dari individu dan organisasi yang peduli korban
banjir Bitung.
Secara simbolik bantuan
dari Salimah PW Sulut diserahkan dari ketua, Sulastri Masloman,S.Pd kepada
ketua PD Bitung, Syamsiah Marsabessy. Kegiatan dapur umum sejak Ahad hingga
Rabu adalah menyiapkan makan bagi korban banjir yang digilir melihat tempat
yang belum terjangkau bantuan. Pada Rabu lalu juga disiapkan bantuan yang
terdiri dari makanan siap santap, mie instan, air mineral, pakaian untuk korban
di Pulau Lembe yang berjarak paling jauh dan harus melewati lautan.
Seiring
dengan telah menyurutnya air, dan normalnya curah hujan maka diputuskan untuk
menutup kegiatan Posko dan Dapur Umum pada Rabu kemarin. Salimah PD Bitung
menyatakan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari donator dan
pihak-pihak lainnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar