Senin, 02 April 2018

Salimah Gelar Pelatihan Menghapal Qur’an



Pengurus Wilayah (PW) Sulawesi Utara bersama Askar Kauny menggelar Pelatihan Menghapal Qur’an. Training yang berlangsung satu hari diikuti dengan antusias oleh puluhan ibu dan anak-anak. Mereka memadati aula Manado Bersehati Hotel (MBH) Manado pada Sabtu 31 Maret silam.


Pelatihan yang mengusung tema “Menghapal Al Qur’an Semudah Tersenyum” ini dibuka oleh Kepala Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sulut, Dra. Ramla Abbas, M.PdI. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas Salimah. “Di saat ibu-ibu yang diharap menjadi madrasah buat anaknya telah mengalami pengikisan  karena medsos. Maka, pelatihan ini menjadi harapan agar anak-anak kita terjaga keimanannya,” paparnya.

Dalam acara pembukaan, hadir pula beberapa tokoh masyarakat dari perwakilan MUI, Muhammadiyah, Yakesma dan perwakilan sponsor. “Pelatihan ini, makin meyakinkan kita semua bahwa menghapal Al Qur’an bukanlah sesuatu yang sulit, dan dapat dilakukan oleh semua orang,” ucap ketua panitia Rusmala Panurat dalam sambutannya.


Harapan yang sama diutarakan oleh ketua PW Salimah Sulut, Sulastri Masloman, S.Pd.”Pelatihan menghapal Qur’an menjadi salah satu program unggulan Salimah yang mudah-mudahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat muslim Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Sekitar 200 peserta tampak antusias, saat ustadz Habiburohim, Lc memberi tantangan untuk menghapal sejumlah kata dalam waktu singkat. Usai memberi tipsnya, ustadz jebolan Al Azhar ini meminta beberapa orang untuk mendemonstrasikan cara yang diberikannya. “Jadi dalam menghapal kata-kata, harus dibayangkan dan merangkai cerita,” selanya.

Pada sesi lanjutan, peserta lebih bersemangat menirukan gerakan tangan ustadz mendeskripsikan penggalan surat Ar Rahman. Terlebih saat beberapa peserta sukses menghapal ayat demi ayat dalam tempo singkat. Kebahagiaannya makin memuncak ketika ketua panitia menghadiahinya dengan door prize. “Khusus dalam menghapal Qur’an, caranya adalah dengan meyakinkan diri mampu. Kemudian tekniknya dengan suara lantang dan menggunakan gerakan atau isyarat tangan,” jelasnya.

Di sela-sela sesi, ustadz memperlihatkan sejumlah video pelatihan yang dilakukan Askar Kauny di sejumlah daerah. Penayangan video ini makin menyuntikan semangat kepada peserta.

Bada Ashar, acara ditutup dengan penggalangan dana untuk Ghouta Timur bersama ACT.