Ramadhan tahun ini di
bumi Nyiur Melambai bertambah semarak dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh PW
Salimah Sulawesi Utara. Acara tersebut adalah pemberian santunan anak Yatim dan
Lansia. Kegiatan santunan dilaksanakan di mesjid Ijtihad Maasing, Manado pada
Ahad 18 Juni lalu.
Sebanyak 100 paket berisi sirup, gula, teh celup, mie instan,
minyak goreng, susu kotak dan kerudung dibagikan kepada Yatim dan Lansia. Bersama
dengan paket sembako dibagikan pula paket takjil berupa nasi box dan snack plus bakso in cup yang merupakan
donasi dari sejumalah donatur.
Kegiatan santunan ini
merupakan agenda P2AY (Program Pembinaan Anak Yatim) yang adalah bagian dari program
Departemen Pendidikan dan Dakwah. Tema tahun ini adalah “Menebar Kebaikan di Bulan
Berkah, Mengeratkan Persaudaraan”. Drh. Yunina dari Dept Pendidikan dan Dakwah
didaulat menjadi ketua panitia acara.
Acara ini turut
dihadiri sejumlah tokoh masyarakat seperti anggota legislatif H. Amir Liputto, Ketua
PKK PKS Risna, Dosen IAIN DR. Musdalifah Dachrud Nadiffah, S.Ag, S.Psi, Msi,
Imam Mesjid Ijtihad Ibrahim Bugis. Hadir pula menemani para penerima santunan
adalah jamaah mesjid, dan ibu-ibu Majelis Taklim serta pengurus PW Salimah Sulut
dan Pengurus PD Manado.
Acara dibuka dengan
lantunan ayat suci dari Hj. Maryam Bakari. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan
ketua PW Salimah Sulut Sulastri Masloman, SPd. “Kepedulian Salimah pada anak yatim
dan lansia tidak berhenti pada bulan Ramadhan saja. Insya Alloh ada kegiatan
untuk anak yatim berupa pembinaan karakter lewat pengajian dan pemantapan
pelajaran sekolah. Kegiatan ini akan dilakukan sebulan sekali yang dievaluasi
tiap 3 bulan. Semoga dengan ini, anak-anak lebih bersemangat dalam belajar dan
mencapai cita-citanya,” jelas Sulastri dalam sambutannya.
Kegembiraan diutarakan
oleh ibu Risna dalam sambutannya. “Mudah-mudahan lebih banyak lagi program-program
Salimah yang akan dirasakan oleh masyarakat,” harapnya. Ungkapan senada juga
terlontar dari Amir Liputo. “Pembinaan anak yatim dan lansia merupakan program
yang dibutuhkan masyarakat, tentu akan lebih baik jika dilakukan secara
kontinyu,” tandasnya.
Dalam tausiahnya, bunda
Musdalifah memberi semangat kepada anak yatim dan orangtuanya. “Bahwa
rasulullah sangat mencintai anak yatim, seperti ibarat dekatnya dua jari. Ada
banyak keberkahan bagi yang mau memelihara dan menggembirakan anak yatim. Mari
kita berusaha menyenangkan anak yatim dengan member makan, hiburan dan ilmu,”
paparnya.
Keceriaan anak-anak
bertambah dengan adanya doorprize berupa
jam tangan bagi yang berani menjawab pertanyaan dari Rusmala Panurat yang
bertugas sebagai MC. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Imam
Mesjid Ijtihad Ibrahim Bugis.